Mempraktekkan Latihan “Perubahan” Bulan Ramadhan

Cetak

Aryanto Husain - Alhamdulillah, Ramadhan 1442 Hijriah telah kita lalui Bersama dan kita kembali kepada rutinitas sehari-hari tanpa ramadhan. Momentum ramadhan tentu saja tidak berlalu begitu saja. Bulan mulia ini mengandung makna perubahan, perbaikan dan peningkatan utamanya terkait iman dan amal saleh. 

Ramadhan adalah wadah latihan bagi perubahan menjadi lebih baik. Proses perubahan yang terasah selama Ramadhan mendorong kita dari berpuasa dan beribadah apa adanya menjadi luar biasa. Perilaku buruk dirubah menjadi baik. Selama Ramadhan, pintu hidayah terbuka seluas-luasnya.   

Bagi seoarang Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya yang muslim, pesan perubahan Ramadhan juga mengandung makna peningkatan dedikasi dan pengabdian terhadap pekerjaaan. Ramadhan adalah momentum untuk terus meningkatkan kapasitas diri. 

Semakin tinggi kapasitas seorang ASN, semakin tinggi produktivitasnya. Ini adalah harga yang harus dibayar oleh seoarang ASN atas kepercayaan dan amanah yang diembannya. Amanah dan kepercayaan ini bisa diwujudkan jika seorang ASN menjadi birokrat yang professional dan memiliki kapabilitas yang mumpuni.

Banyak ciri ASN yang kapabel. ASN yang kapabel, misalnya selalu menghindari agenda yang dilakukan mendadak. Semua agenda selalu terencana dengan baik. Mereka tidak terbiasa menunda-nunda penyelesaian tugas atau membuat kegiatan yang tidak ada dalam agenda. Bagi mereka, ngobrol, main game, saat jam kerja adalah hal mubazir. Mereka tidak ingin menjadi free rider, makan gaji buta.

Free rider  selalu ada dimana-mana. Ini adalah sikap rasional dimana setiap individu akan selalu memilih tindakan sesuai dengan apa yang paling menguntungkan dirinya. Prinsip maksimasi ini membuat individu akan menilai situasi yang sedang berlangsung dan kemudian merumuskan kepentingan pribadi apa yang bisa ia gunakan dari situasi tersebut. ASN yang  Free rider akan terus mencari kesempatan terbebas dari tanggung jawab, dan hanya berorientasi untuk keuntungan pribadi. 

Maka, pesan perubahan yang diperoleh selama Ramadhan adalah momentum yang tepat merubah perilaku ini. Seorang ASN harus memiliki kemampuan menyelaraskan kegiatan strategis dan visi organisasi dengan dengan pencapaian visi hidup. Latihan kedisiplinan berbadah selama Ramadhan seharusnya juga dapat merubah pola kerja, lebih disiplin dan lebih bertanggung jawab. 

Latihan dan praktek yang terus menerus dapat berubah menjadi character ethics. Seperti kata James Clear, sesuatu yang dikerjakan terus menerus akan menjadi kebiasan rutin (atomic habit) yang kemudian berkembang menjadi sebuah karakter.    

Atomic habit mempengaruhi cara hidup dan pencapaian individu. Membudayakan kebiasaan rutin akan mewarnai perilaku. Jika kebiasaan itu positif maka perilakupun akan menggambarkan hal-hal positif. Sebaliknya, jika kebiasaan negatif terus berulang maka perilaku kitapun akan ikut diwarnai.

ASN yang terus menerus mengasah kemampuannya dan berkomitmen terhadap perubahan dan perbaikan akan menjadi birokrat yang handal dan professional.

Salam Perubahan!