Aryanto Husain - 07/02/2021. Babak baru dalam penanganan COVID-19 sedang berjalan. Sejak 13 Januari 2021, Presiden telah mencanangkan vaksinasi massal untuk memperkuat immunitas dan mendorong terbentuknya herd immunity.
Kita masih berhadapan dengan Pandemi COVID-19. Banyak kajian belum bisa memprediksi kapan musibah ini berakhir. Semua serba tidak pasti. Pandemi COVID-19 tidak hanya menjadi tantangan dalam tugas dan tanggung jawab, namun juga mendorong perubahan dalam pola kerja birokrasi.
Pola kerja birokrasi selama dan pasca COVID-19 akan terus berhadapan dengan berbagai perubahan. Selama Pandemi ini saja, banyak realitas baru bermunculan. Salah satunya adalah cara bekerja. Sejak pertengahan Maret 2020, Pemprov Gorontalo telah melaksanakan Distance Working, yakni bekerja di luar kantor, Work from Home. ASN tetap mengikuti Webinar, Rapat dan berbagai pertemuan lainnya menggunakan platform online. Mekanisme koordinasi juga berjalan baik dan harmonis. Penyesuaian sistim kerja ini ternyata meningkatkan produktivitas dan efektivitas di kalangan ASN.
Ini baru sebagian dari perubahan yang masih terus akan terjadi dan menuntut Pejabat public beradaptasi. Sejatinya, perubahan mengasah kemampuan adaptif serta melahirkan inovasi pada setiap tugas dan tanggungjawab. Umumnya individu selalu senang perubahan, namun ada juga tidak. Seorang pemimpin selalu diperhadapkan perubahan. Maka tidak alasan baginya untuk tidak melakukan adaptasi.
Selama Pandemi ini, banyak ASN menggunakan kesempatan ini untuk belajar. Mereka menjadi agile learner, pembelajar cepat di tengah ketidakpastian akibat pandemic. Ini adalah bentuk adaptasi yang baik terhadap perubahan.
Ketidakpastian memang seringkali mengasah kemampuan adaptif melahirkan inovasi. Benar kata Jonathan Fields dalam bukunya Uncertainty, Turning Fear and Doubt into Fuel for Brilliance (2011) bahwa ketidakpastian sering menuntun langkah kita berujung pada novelty dan inovasi.
Era terus berubah dan siapa yang tidak akan berubah akan tergerus didalamnya. Siapa yang bisa membayangkan jejeran kotak-kotak telepon Telkom yang dulu berdiri manis di setiap persimpangan, di depan gedung-gedung, serta rumah-rumah kita dulu, kini hilang dan tinggal kotak-kotak kusam. Mereka sudah tergantikan oleh gadget yang mobile seringkas dalam genggaman tangan mereka yang berfikir milenial.
Bagi birokrasi tidak ada pilihan lain, kecuali berubah. Momentum perbaikan di masa Pandemi Covid-19 ini perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendorong ASN Pemprov Gorontalo semakin professional dengan kinerja yang kian baik.
#ReformasiBirokrasi
#PemprovGorontalo
#PandemiCOVID-19