Menjawab era VUCA melalui Penyederhanan Birokrasi

Cetak

Aryanto Husain - Di era VUCA saat ini, dinamika dan perkembangan global terus mengalami evolusi. VUCA adalah akronim yang berarti volatility (volatilitas), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas). Era ini menggambarkan kombinasi kualitas yang jika digabungkan mencirikan sifat dari beberapa kondisi dan situasi yang sulit. Istilah ini juga kadang-kadang dikatakan untuk kata sifat: mudah menguap, tidak pasti, kompleks dan ambigu. Dinamika global di era VUCA diwarnai disrupsi teknologi yang pesat.

VUCA bukanlah konsep baru dalam menghadapi perubahan global. Di masa pandemi COVID-19 ini, konsep ini menjadi hidup dan terbukti. Semua hal menjadi tidak pasti dan ambigu. 

Paradigma pemerintahan juga turut mengalami evolusi akibat kondisi global ini. Struktur dan manajemen model birokrasi pemerintahan tradisional dan formalistic ala Weber yang usang mulai ditinggalkan. Birokrasi dituntut makin efektif, efisien dan agile. 

Sebagai motor birokrasi, ASN turut mengalami evolusi. 

Mereka dituntut bekerja profesional, bekerja secara mandiri, aktif dan inovatif. ASN harus mereformasi dirinya, tidak lagi sekedar menjadi “penumpang” dalam birokasi. Sebaliknya ASN harus menjadi “pengemudi” yang tahu arah tujuan pekerjaan, bekerja penuh tanggungjawab, mandiri, memiliki inisiatif, kreativitas dan inovasi serta mempunyai rasa melayani dan bukan dilayani. ASN harus menjadi risk-taker, professional dan menjadi seorang inovator yang kreatif.

Ini adalah gambaran ASN yang diharapkan dalam penyederhanaan birokrasi sebagai arahan Presiden Jokowi. Untuk mengurangi birokratisasi di tubuh pemerintah, Presiden meminta birokrasi pemerintah cukup 2 layer saja. Tujuannya untuk menciptakan birokrasi yang lebih dinamis dan profesional sebagai upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi dalam rangka mendukung kinerja pelayanan pemerintah kepada publik.  

Bagi ASN, era VUCA adalah kesempatan. Di era ini, prinsip _Equal Employment Opportunity (EEO)_ mengedepankan _“A fair chance for everyone at work”_. ASN memiliki akses yang equal, dan dalam pekerjaannya memiliki kesempatan yang sama memperoleh training dan promosi dalam kondisi kerja yang fair.  

ASN juga didorong membangun mindset positif dalam menghadapi VUCA, merubah mindset statis. Mindset yang mudah menyerah dan menghindari tantangan dan mengabaikan kritikan yang membangun harus dirubah menjadi mindset yang siap menerima tantangan baru, tahan menghadapi rintangan, serta selalu belajar dari kritikan. ASN yang profesional selalu dan mengambil pelajaran dari inspirasi dan kesuksesan orang lain.

Untuk membangun mindset positif ini, ASN harus mempersiapkan self-agility yang mencakup kedisiplinan diri, berani mengambil resiko, dan play to win. ASN juga harus memiliki kemampuan menyederhanakan pilihan, perspektif yang luas dan bijaksana, kemampuan berfikir kritis dan kemampuan berfikir kreatif. Mereka dituntut menyusun Strategi Proaktif dalam menghadapi VUCA.   

VUCA menjadi bagian perubahan organisasi yang tidak dapat dihindari. Penyederhanaan organisasi melalui penyetaraan jabatan adalah respons terhadap perubahan ini. Penyetaraan Jabatan Administrasi kedalam Jabatan Fungsional adalah untuk mendorong SDM Aparatur menjadi profesional, memiliki nilai dasar etika profesi, bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Ini adalah gambaran ASN yang siap menghadapi era VUCA dan bisa memanfaatkannya untuk peningkatan kinerja dan pelayanan public.

SALAM PERUBAHAN!