Kepala Biro Organisasi Tegaskan Penilaian 6 Aspek RB Tematik Pada Asistensi Di Bone Bolango
Kepala Biro Organisasi Tegaskan Penilaian 6 Aspek RB Tematik pada Asistensi di Bone Bolango
BONE BOLANGO — Biro Organisasi Sekretariat Daerah secara intensif terus mendorong penguatan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan "Asistensi Penguatan Rencana Aksi Tematik, Sinkronisasi Evidence, dan Finalisasi Pohon Kinerja RB Tematik Tahun 2026" yang diselenggarakan selama dua hari, mulai Kamis (27/08/2026), di Onato Caffe n Resto, Kabupaten Bone Bolango.
Acara ini awalnya dibuka oleh Kepala Bagian Reformasi Birokrasi (RB) & Akuntabilitas Kinerja, Abdul Wahab Otaya, yang memandu jalannya pendampingan awal bagi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk penambahan peserta dari Dinas Perikanan dan Kelautan. Ia menegaskan bahwa waktu dua hari ini akan dimaksimalkan, di mana hari pertama difokuskan pada penyusunan rencana aksi RB, dan hari kedua difokuskan pada SAKIP.

Di sela-sela padatnya agenda kedinasan—mulai dari rapat di Bappeda, Dinas Sosial, hingga rapat pimpinan bersama Gubernur—Kepala Biro Organisasi, Heriyanto Uwete, menyempatkan diri hadir langsung ke lokasi kegiatan untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan arahan strategis kepada para peserta.
Dalam arahannya, Heriyanto Uwete menekankan adanya perubahan krusial terkait fokus evaluasi RB Tematik tahun ini. Ia menjelaskan bahwa pada pertemuan sebelumnya di Manado, fokus penyusunan rencana aksi baru menyasar dua aspek utama, yakni kemiskinan dan investasi. Namun, berdasarkan hasil rapat bersama Kemendagri dan Surat Edaran Menpan RB, tahun ini seluruh enam aspek RB Tematik wajib dinilai.
"Tahun ini dikuatkan lagi, semua (enam aspek) mau dinilai. Empat aspek yang kemarin masih kita anggap santai, dalam kesempatan beberapa bulan ke depan sampai September, tolong diseriusi. Kami dari Biro akan memfasilitasi sejauh kemampuan kami, apa yang menjadi kebutuhan Bapak/Ibu di OPD," tegas Heriyanto.
Heriyanto juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi para perencana OPD. Ia menjamin, jika ada kendala data atau komunikasi mandek di tingkat pimpinan OPD (Kadis atau Kaban), peserta dapat langsung melapor ke tim fasilitator.
"Kalau ada kendala komunikasi data, sampaikan ke Pak Tobi (fasilitator), nanti teruskan ke saya. Saya sendiri yang akan langsung turun tangan mengintervensi dan berkomunikasi dengan Kepala Dinas atau Kepala Badannya masing-masing," tambah Heriyanto, menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengawal capaian RB.
Pemerintah menargetkan agar capaian indeks RB yang sebelumnya berada di angka "A minus" dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Untuk itu, Biro Organisasi juga merencanakan pemberian penghargaan (awarding) secara tertulis bagi OPD-OPD yang menunjukkan kinerja penyusunan dan implementasi terbaik.
Di akhir arahannya, Heriyanto juga sempat menyinggung komitmen Biro Organisasi dalam mendukung kejelasan jenjang karier para Pejabat Fungsional (JF) Perencana di tiap OPD, agar pemerataan formasi kelembagaan (rumah jabatan) dapat segera direalisasikan.
Selanjutnya, pelaksanaan teknis sinkronisasi evidence dan finalisasi dokumen di Onato Caffe n Resto ini akan didampingi secara maraton oleh tim asisten biro, yakni Bapak Tobias, Ibu Istiq, dan Ibu Rona.