Boalemo, Biro Organisasi- Untuk meningkatkan indeks Reformasi Birokrasi Biro Organisasi terus melakukan penguatan dan fasilitasi percepatan pelaksanaan Reformasi Birokrasi baik di Lingkungan Provinsi Gorontalo juga Kabupaten/Kota. Namun Kepala Biro Organisasi Aryanto Husain menjelaskan sebenarnya bukan indeks Reformasi Birokrasi yang dicari namun bagaimana pemerintah daerah dapat melaksanakan reform atau perubahan di lingkungan perangkat daerahnya sehingga menghasilkan tata Kelola pemerintah yang baik.
Dr.Ir. Aryanto Husain, MMP mengatakan indeks yang naik hanyalah bonus tapi esensinya adalah reform menuju tata Kelola pemerintahan yang baik. Hal ini diungkapkan pada Kegiatan Fasilitasi, Pendampingan Penguatan, Dan Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Pemkab. Boalemo bertempat di Kantor Setda Kabupaten Boalemo, Senin (15/8/2022).
“Reformasi Birokrasi itu sudah ada toolsnya yaitu 8 area perubahan. Bapak ibu perlu menyiapkan betul eviden dokumen evaluasi PMPRB. Pada waktu mengisi, mohon betul-betul mengisi apa yang telah kita lakukan” kata Kepala Biro Organisasi Aryanto Husain.
Sementara itu Penjabat Bupati Boalemo Dr. Hendriwan M.Si yang turut hadir mengatakan apresiasinya kepadapemerintah Provinsi Gorontalo yang senantiasa membina, memberi penguatan kepada perangkat Daerah di kabupaten dalam rangka pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Hendriwan mengajak seluruh OPD untuk komitmen melaksanakan apayang menjadi amanat Reformasi Birokrasi.
“Sy merinding dengan kata komitmen. Teori-teori sudah ada tapi jika komitmen tidak ada ya sudah jangan berharap itu akan optimal. Mudah-mudahan dialog ini bisa membantu peningkatan RB dan SAKIP, kita harus komitmen” kata Penjabup Boalemo Dr. Hendriwan M.Si.
Lebih lanjut Dr. Yosep Koton menjelaskan secara teknis bagaimana meningkatkan Indeks Reformasi Birokrasi baik di lingkungan pemda dan OPD. “Reformasi Birokrasi bukan benda mati tapi dia hidup seperti mobil yang jika dikendarai dengan kecepatan maksimal maka dia akan berjalan laju atau cepattapi jika dikendarai dengan kecepatan minimum maka jalannya juga pelan. Sedangkan kita sekarang dituntut oleh pusat untuk cepat sampai ke tujuan.” Ungkap Yosep Koton.



