Biro Organisasi-Kepala Biro Organisasi Provinsi Gorontalo Sri Wahyuni D. Matona memberikan arahan pada kegiatan Asistensi Best Practice Reformasi Birokrasi Cluster 3, Kamis (09/3) di aula Inspektorat Provinsi Gorontalo.

Sri Wahyuni dalam arahannya menyampaikan bahwa di tahun 2023 ini kita akan melakukan intervensi 0,4 poin untuk memenuhi indeks BB. Untuk itu mohon perhatiannya dari masing-masing OPD karena sedikit lagi kita sudah masuk ke indeks BB ujar Sri Wahyuni.
Perlu diingatkan lagi bahwa Reformasi Birokrasi sudah mengalami perubahan dari yang kemarin kita mengintervensi ada 8 area perubahan. Alhamdulillah, dengan adanya perubahan yang terjadi kita hanya melakukan intevensi pada 4 prioritas untuk RB tematik jelas Sri Wahyuni.
Lebih lanjut dikatakan olehnya 4 prioritas tersebut adalah mempercepat pencapaian penurunan kemiskinan meningkatkan investasi daerah, menjalankan pelayanan publik berbasis digital pada setiap lini dan mengendalikan infalasi dengan memacu belanja produk dalam negeri.
Sehingga bapak/ibu tidak perlu lagi mengerjakan 300-san indikator, cukup dengan menurunkan angka kemiskinan RB kita sudah pasti naik, termasuk dengan penurunan angka stunting kata Sri Wahyuni.
“Tentunya kalau kita sudah memastikan bahwa angka kemiskinan telah mengalami penurunan ini dibuktikan dengan bukti eviden bukan hanya sekedar lisan,” imbuhnya.
Eviden-eviden yang menjadi perhatian ini alangkah baiknya dituang dalam bentuk legalitas entah dalam bentuk pergub atau SK gubernur supaya sah dimata hukum dan menghindari klaim dari pihak lain imbau Sri Wahyuni.
Sri wahyuni menambahkan sebagaimana yang telah disosialisakan serta diseminasikan di Kabupaten Boalemo beberapa waktu lalu bahwa untuk RB di tahun 2023 mengalami perubahan. Dan kalo dinilai ini sebenarnya sudah injuri time. Diibaratkan seperti yang disampaikan MenPAN-RB kalau dalam permainan sepak bola ini sudah menit-menit terakhir babak ke-2. Karena RB ini sejak 15 tahun yang lalu sudah digaungkan dan diterapkan di instansi pusat maupun pemerintah dan endingya ini akan ada di tahun 2024. Jadi, mestinya ini sudah tahun-tahun penghujung untuk RB yang Selama ini sudah 15 tahun kita laksanakan, ungkapnya.
Adapun OPD yang mengikuti asistensi Best Braktik pada hari ke-3 yakni Dinas Komunikasi & statistik, Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan & Perlindungan Anak, serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Diakhir arahannya Sri Wahyuni mengingatkan inovasi itu tidak harus dalam bentuk aplikasi sehingga apa yang dilakukan oleh OPD yang memberikan dampak yang baik agar dapat disampaikan kepada tim asistensi.



