Kota Gorontalo - Biro Organisasi, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba menerima Tim Dirjen Politik Dan Pemerintahan Umum Kementrian Dalam Negeri RI dalam rangka interview langsung dengan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo terkait dengan implementasi dan internalisasi Core Values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding ASN Bangga Melayani Bangsa di Provinsi Gorontalo, Rabu (3/8/2022) di Ruang Kerja Sekda Provinsi Gorontalo.
Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Gorontalo Aryanto Husain mengatakan tujuan dari Interview adalah merangkum kisah-kisah best practice BerAkhlak Pemerintah Provinsi Gorontalo yang dapat dijadikan kisah inspirasi untuk ditulis dalam Buku “Sabang Merauke BerAKHLAK”. Lebih lanjut Aryanto mengatakan delapan langkah membangun budaya kerja BerAKHLAK sebagaimana langkah yang akan ditempuh oleh kemendagri yaitu melalui mapping, sosialisasi dan internalisasi, memiliki kompetensi membangun budaya Kerja, membentuk leader, agen perubahan, evaluasi dan intervensi,award dan apresiasi, dan memanfaatkan teknologi, sementara ini terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Biro Organisasi sebagai penampung pelaksanaan Fasilitasi Peningkatan Budaya Kerja Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota.
Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo saat interview mengungkapkan bahwa sejak Presiden Jokowi meluncurkan Core Values ASN BerAkhlak dan Employer Branding ASN Berakhlak yang disusul dengan Surat Edaran Kementrian PAN RB tentang Implementasi Core Values BerAkhlak sebagai pondasi Budaya Kerja seluruh pemerintah/kementrian/Lembaga di Indonesia maka Provinsi Gorontalo termasuk daerah pertama yang merespon cepat upaya internalisasi di daerah Gorontalo, dengan Surat Edaran Gubernur Gorontalo Nomor 1101 Tentang Implementasi Core Values dan Employer Branding ASN Lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Namun dalam internalisasi dan implementasinya Darda Daraba mengungkapkan tentu masih terdapat beberapa kendala dan itu harus diselesaikan bersama. “Dalam mengimplementasikan BerAkhlak pada Daerah Provinsi Gorontalo kendala yang sampai saat ini menghambat Implementasi Core Value ASN Berakhlak terkait pemahaman yang belum optimal tentang Berakhlak, karena masa peluncurannya belum lama. Selain itu kendala lainnya terkait dengan leadership, belum banyak pimpinan OPD yang secara aktif mencoba menguasai nilai-nilai BerAKHLAK dan kemudian memimpin langsung di OPD masing-masing.” Jelas Sekda Darda.
Lebih jauh Ketua Tim Intervew Penyusunan Buku “Dari Sabang-Marauke BerAKHLAK” menjelaskan Berdasarkan delapan area perubahan Reformasi Birokrasi, dapat disimpulkan bahwa transformasi birokrasi Indonesia bertujuan untuk menghasilkan birokrasi berkelas dunia dan pelayanan publik yang kompetitif. Untuk mencapai tujuan tersebut, akuntabilitas kinerja dan pengawasan efektif dilakukan untuk tiga aspek transformasi, yaitu:(1) transformasi organisasi, melalui delayering eselonisasi dan organisasi yang agile, fleksibel dan kolaboratif; (2) transformasi sumber daya manusia, melalui penguatan budaya kerja dan Employer Branding, percepatan peningkatan kapasitas sumber daya Manusia, peningkatan kinerja dan sistem penghargaan, pengembangan talenta dan karir, percepatan transformasi digital, perancangan jabatan, perencanaan dan pengadaan,(3) transformasi sistem kerja, melalui digitalisasi pelayanan public dan digitalisasi proses bisnis pemerintah yang nanti akan menjadi tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui Super Apps Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Pewarta, Rina Kadir



