Aryanto menjelaskan, Aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu aset birokrasi

Birokrasi di Tengah Disruption

Kota Gorontalo, Biro Organisasi – Triple Disruption membuat birokrasi mendadak berubah menjadi digital. Situasi seperti ini membutuhkan perubahan mindset yang luar biasa dari birokrasi konvensional menjadi birokrasi digital.



” Perubahan itu pasti, dunia birokrasi pun tak luput dari perubahan. Triple disruption yang terdiri atas technological disruption, millennial disruption dan pandemic disruption, semakin menyadarkan kita kalau perubahan itu nyata,” terang Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Gorontalo Aryanto Husain, saat memberikan penguatan pada kegiatan Evaluasi Reformasi Birokrasi dan Survey Kepuasan Masyarakat, di Banthayo Yiladiya Rumah Dinas Walikota Gorontalo, Rabu (15/12/2021).

Aryanto menjelaskan, Aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu aset birokrasi yang diharapkan bisa mewujudkan cita-cita pemerintahan berkelas dunia dan dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan derasnya arus perubahan.

“ Mau tidak mau, suka atau tidak suka, ASN harus berubah meninggalkan pola pikir lama. Seperti kata Presiden Jokowi, tidak ada lagi pola pikir lama, ASN harus berubah, “ ungkap Aryanto.

Kepala Biro Organisasi memaparkan materi di aula di Banthayo Yiladiya Rumah Dinas Walikota Gorontalo
Kepala Biro Organisasi memaparkan materi di aula di Banthayo Yiladiya Rumah Dinas Walikota Gorontalo

 


Menurutnya, kehadiran internet mampu membuat setiap ASN harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang saat ini sedang berkembang. Sehingga, akan dihadapkan dengan dua pilihan, ikut dalam perubahan atau tidak beradaptasi pada perubahan dan harus mengalami kerugian yang lebih besar.Menyadari urgensi perubahan ini, perlu ada teknik modifikasi beliefs yang benar agar ASN bisa melakukan adaptasi.

“ ASN harus memecah belenggu status quo, mereka harus keluar dari (comfort zone) zona nyaman. Zona ini memerangkap ASN menuju growth zone (zona pertumbuhan), zona dimana seorang ASN menjadi sangat produktif. Di zona pertumbuhan, ASN mudah melakukan pencapaian target kinerjanya,” jelas Aryanto.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebelum sampai di zona pertumbuhan, ASN harus berusaha meningkatkan skill dan kompetensinya di learning zone (zona pembelajaran). Untuk sampai ke zona ini mereka harus melalui fear zone (zona ketakutan), zona dimana ASN merasa sangat tidak nyaman, akibat pandangan orang lain atau karena tekanan tertentu.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang masif saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi ASN untuk memenangi persaingan global. Tidak hanya menerima, tetapi juga beradaptasi dan mengikuti perubahan ke arah yang positif serta memanfaatkan teknologi untuk membuka cakrawala berpikir dan memandang teknologi sebagai peluang untuk meningkatkan kompetensi, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap dan perilaku, tandasnya.

Berita Terbaru

Pranala
Image

Cari

Biro Organisasi
Provinsi Gorontalo

Jl Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo

Telp. +6282350595263

e-mail : org@gorontaloprov.go.id