Pesan Reformasi

Be a Smart ASN

Aryanto Husain - Menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) adalah sebuah amanah dan kepercayaan yang harus dibayar dengan pengabdian dan pelayanan, baik sebagai abdi masyarakat dan abdi negara. Untuk mencapai hal itu seorang ASN harus terus mengasah diri dan perilakunya; dan focus kepada kegiatan produktif yang penting bagi dirinya maupun instansi dimana dia bekerja.Be a Smart ASN.

Untuk memilah kegiatan yang produktif, seorang ASN perlu memahami Empat Kuadran dari Stephen R. Covey yang jabarkan dalam bukunya Seven Habits of Highly Effective People. Keempat kuadran dilihat dari sisi penting (important) dan mendesaknya (urgent) setiap kegiatan.Penting jika kegiatan tersebut sesuai dengan pencapaian visi hidup atau visi organisasi. Mendesak jika kegiatan tersebut dianggap mendesak.

Seorang ASN harus selalu memperhatikan dan berusaha menjauhi kegiatan-kegiatan penting yang dilakukan secara mendadak (Kuadran 1). Kegiatan ini sering membuat ASN cepat stres, kelelahan, dan bahkan krisis jika tidak mengelola dengan baik.Penyebabnya adalah kebiasaan menunda-nunda penyelesaian tugas atau membuat kegiatan yang tidak ada dalam agenda.

Menghindari kegiatan yang sebenarnya tidak penting namun mendesak juga perlu diperhatikan (Kuadran 3). Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain menerima tamu yang tiba-tiba datang hanya untuk mengobrol, menerima telepon dari seseorang yang tidak diharapkan, atau juga menerima appointment tidak penting yang terlanjur dijanjikan.Hal ini akan menyebabkan penyelesaian tugas dan pekerjaan tertunda atau bahkan terbengkalai.

Seorang ASN juga harus menjauhi kegiatan yang tidak penting dan tidak mendesak (Kuadran 4). Ini adalah kegiatan yang sering tidak terkait dengan tugas dan pekerjaan. Misalnya mengobrol, bermain game, membaca dan membalas e-mail-email yang tidak penting, atau bahkan melakukan chatting selama jam kerja. Karena menyenangkan, kegiatan-kegiatan ini kadang membuat lupa deadline atau tugas-tugas yang harus segera diselesaikan.

Sebaliknya seorang ASN harus mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang penting namun tidak mendesak (Kuadran 2). Hal ini bisa tercipta jika ASN terbiasa membuat jadwal yang teratur dan tidak menunda-nunda kegiatan. Contohnya antara lain membuat rencana, penganggaran, menelepon atau menerima panggilan telepon seperlunya jika tidak penting.

Dalam kondisi ini, ASN bisa fokus pada kegiatan strategis dan selaras dengan pencapaian visi hidup atau visi organisasi. Tidak ada tekanan akibat deadline atau irama kemendesakan. Banyak waktu untuk kegiatan ibadah, merumuskan perencanaan hidup, meningkatkan keahlian, menggali peluang lain, berolah raga, membangun relasi dan jejaring, dan waktu bersama keluarga.

Dengan memahami kuadran-kuadran ini, ASN bisa terus belajar dan mengasah dirinya dari kinerja yang paling rendah menuju kinerja yang paling produktif sebagaimana yang dianjurkan pada Kuadran 2. Prinsipnya adalah latihan dan praktek dan merubahnya menjadi character ethics Seperti kata James Clear, sesuatu yang dikerjakan terus menerus akan menjadi kebiasan rutin (atomic habit) yang kemudian berkembang menjadi kekuatan.

Be a smart and professional ASN.

Berita Terbaru

Pranala
Image

Cari

Biro Organisasi
Provinsi Gorontalo

Jl Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo

Telp. +6282350595263

e-mail : org@gorontaloprov.go.id